Jumat, 13 Mei 2016

Filled Under:

MAKALAH PENGERTIAN DAN HUKUM NUN MATI DAN TANWIN




MAKALAH

PENGERTIAN DAN HUKUM NUN MATI DAN TANWIN














DISUSUN OLEH:

  • SRIANTI
  • NURLELA
    NIM: 121411128

DOSEN PEMBIMBING: SURYONO,S.Th.I.



SEKOLAH TINGGI ISLAM RAHMANIYAHSEKAYU

KAMPUS E BAYUNG LENCIR

T.A. 2016



KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhirobbil’alamin berkat rahmat-Nya dan karunia-Nya yang tak terhingga di limpahkan kepada kIta semua sehingga karena itu juga kami dapat menyelesaikan tugas makalah untuk mata kuliah baca Al-Qur’an tartil dengan dosen Ibu Hj. Afwah Mumtazah,M.Ag ya berjudul “HUKUM NUN MATI dan TANWIN”.

Tak lupa sholawat serta salam semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan-Nya dan mencurahkan-Nya pada penghulu kami baginda Nabi Muhammad SAW,Beserta keluarganya, Para sahabatnya, dan kita semua selaku umatnya semoga mendapatkan syafaat di Yaumil Akhir nanti.

Kami menyadari meminta maaf dalam makalah yang kami susun dengan sedemikian rupa belum sempurna seperti yang ada dalam benak dan harapan anda semua karena “Tak ada gading  yang tak retak” kami hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Kami berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik kami selaku penyusun maupun pembaca .





Penyusun



SRIANTI











































HUKUM NUN MATI DAN TANWIN

     A.      Pengertian

        Hukum nun mati dan tanwin adalah suatu pertemuan antara nun mati dan tanwin baik bertemu dalam satu kalimat ataupun berbeda kalimat (namun pengecualian untuk tanwin karena tak ada tanwin yang bertemu dalam satu kalimat pada salah satu hukum nun mati yaitu izhar) akan menciptakan 4 hukum bacaan yaitu idzhar,Idghom,ikhfa,dan Iqlab .



   B.      Macam-macam (pembagian)hukum nun mati dan tanwin

     Telah kami singgung dalam pengertian hukum nun mati dan tanwin diatas bahwa hukum nun mati dan tanwin ada 4 hukum bacaan yang terdiri dari Izhar,Idghom,Ikhfa dan Iqlab.



    1.       Izhar (izhar halqi)

    Secara bahasa (etimologi) izhar artinya jelas atau tampak/terang/tegas tanpa disertai mendengung(bighunnah) apabila nun mati dan tanwin bertemu dgn huruf-huruf izhar.

     Izhar sering disebut juga izhar halqi karena huruf-huruf tersebut  adalah huruf halqi (huruf yang keluar dari tenggorokan). Huruf izhar halqi ada 6 yaitu:



ء هـ ع ح غ خ



Kaidah membaca  izhar halqi

  Jika ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu dari huruf halqi yang 6 tersebut,maka harus dibaca dengan jelas atau terang berbunyi “n” namun tidak mengharapkan sebuah tekanan atau sentakan,Baik bertemunya dalam satu kalimat ataupun di lain kalimat .



Contoh  disatu kalimat  dan di lain kalimat :



َانْعَمْتَ  -  منْ ءَا َمنَ   - رَسُوْلٌ أمِيْنٌ -  مِنْهُمْ -  اِنْ هُوَ -   سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ -  يَنْحِتُوْنَ -  منْ عِلْمٍ -  غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ   -  مَنْ خَافَ -   عَذَا بٌ أَ لِيْمٌ





   2.       Idghom

    Idgom menurut  bahasa  adalah melebur  atau memasukan sesuatu pada sesuatu. Dan idghom istilah  adalah melebur dan memasukan bunyi nun mati atau tanwin kedalam suatu huruf idghom apabila mereka bertemu sehingga cara membacanya serupa dengan huruf yang bertsdid,

Idghom terbagi menjadi dua yaitu :

    a.       Idghom bighunnah / Maal gunnah

Yaitu idghom yang memakai  ghunnah (dengung kehidung) apaila ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu dari 4 huruf yaitu:

ي, ن , م , و


Kaidah membaca idghom Huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukan ke huruf yang kedua berupa huruf idghom bighunnah dengan disertai dengungan .

Contoh idghom :  

منْ وَّرَاءِ هِمْ , هُدىً ِمنْ رَّبِّهِمْ , حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لكُمْ



Pengecualian idghom bighunnah yang termasuk izhar wajib “Apabila ada nun mati bertemu dengan huruf  wawu atau iya dalam satu kalimat , Maka yang demikian itu harus dibaca “N” dengan terang atau jelas . dikarenakan jika di Idghomkan khawatir menyerupai dengan mudhoak (huruf dua yang  sama)

 contoh:دُنْيَا , بُنْيَا نٌ , صِنْوَا نٌ , قِنْوَانٌ





     b.      Idghom bilaghunnah

    Idghom bilagunnah adalah idghom yang tidak disertai dengan dengung hidung (ghunnah) apabila nun mati dan tanwin bertemu dengan idghom bilaghunnah yaitu :   ل  dan ر



Kaidah membacanya : huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin dimasukan ke salah satu dari dua huruf itu dengan tidak disertai  suara dengung atau bilaghunnah .

Contoh:



منْ رَّ ِبّهِمْ , غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ , هُدىً لِّلْمُتَّقِيْنَ , يُبَيِّنْ لَكُمْ









     3.      Iqlab

Arti menurut bahasa yaitu merubah atau membalik/menukar. Sedangkan menurut istilah adalah merubah bunyi tanwin atau nun mati menjadi “M” apabila nun mati atau tanwin menghadapi ba’ atau  ب .

Kaidah membacanya

“Bunyi nun mati atau tanwin diganti atau ditukar menjadi suara mim disertai dengan dengungan karena bertemu dengan huruf ba’ atau ب”.

 Contoh:

منْ بعْدِ , ينْبُتُ , سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

    4.      Ikhfa

    Adalah membunyikan atau menyamarkan bunyi nun mat atau tanwin dibaca antara “N” dengan bunyi huruf yang ada dihadapanya tetapi pada umumnya atau biasanya berbuyi “NG” .

Cara membacanya: Huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin dibaca dengan suara samar karena bertemunya dengan salah satu huruf lima belas tersebut.

Huruf ikhfa yang dikumpulkan pada huruf-huruf pertama dari kata-kata :



دُمْ طَيِّباٌ زِدْ فِى تُقىً ضَعْ ظَا لماً جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا اَ كَمْ ثَن صِفْ ذَا



Cara membaca ikhfa dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Aqrob (
برقا) adalah yang lebih dekat dengan izhar yaitu membacanya seperti idhar tetapi disertai dengung sehingga menjadi samar. Adapun hurufnya ada tiga yaitu ت , ط , د .
Contoh : ُمنْتَهُوْنَ , يَنْطِقُوْنَ ,
2. Ab’ad (
ابعد) adalah yang lebih jauh dari idhar yaitu ketika membaca sangat nampak dengungnya atau samarnya sehingga suara nun mati atau tanwin menjadi hilang sama sekali. Adapun hurufnya ada dua yaitu ق dan ك Contoh : منْ قبل, منْك
3. Ausath (
اوسط) adalah pertengahan antara ikhfa’ aqrob dan ikhfa’ ab’ad dalam hal kesamaran membacanya. Adapun hurufnya ada satu yaitu ف . Contoh : ِمنْ فَضْل الله
Sedangkan selain dari huruf Ikfa’ Aqrob, Ab’ad dan Ausath boleh dibaca dengan dua wajah yaitu Aqrob atau Ausath
Contoh :
إِنْ جآءَ كم , يَنْظُرُوْنَ















DAFTAR PUSTAKA



SJAFI’I,A. MAS’UD.1967.”Pelajaran tajwid” BANDUNG : M.G Semarang



WWW. Geogle .co.id/hukum nun mati dan tanwin .














0 komentar:

Posting Komentar